Gradasi Pergantian Cahaya

  Halo, Assalamu'alaikum dan selamat datang kembali di blog saya!

Minggu ini mari kita bahas tentang sesuatu yang bisa dibilang momok bagi para pelukis pemula. Apalagi kalau bukan gradasi? Terlalu lembut nanti terlihat tanpa tekstur ,terlalu mencolok nanti warnanya saling bertabrakan. Memang kadang-kadang memilih shade yang tepat untuk gradasi itu awalnya susah, tapi saya harap setelah membaca blog saya ini akan mempermudah Anda untuk mengradasi berdasarkan arah datang cahaya.

Oke, mari kita mulai.

Gradasi simpelnya dibagi menjadi 3: cahaya, tekstur, dan toning. Yang mana akan saya bahas satu per satu seperti biasa. Gradasi cahaya sebenarnya lebih mudah dibanding bentuk-bentuk gradasi yang lain. Dikarenakan tempat jatuhnya sudah pasti dan kita sebenarnya tidak usah mempermainkan warna terlalu ekstream. 




Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan saya yang menggunakan teknik gradasi berdasarkan arah cahaya. Dapat dilihat pada gambar pertama perbedaannya jelas terlihat di kemeja dan lipatan-lipatannya, serta pada dasinya. Pada gambar kedua malah benar-benar terlihat pembelahan antara sisi kiri dan kanan yang terkena cahaya.

Gradasi ini sendiri sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Berikut saran-saran saya:

1. Gunakan base color warna tercerah yang masih masuk range warna akhir yang diinginkan. Contohnya seperti gambar berikut:


Saya menggunakan warna awalan mirip seperti biru yang saya gunakan pada gambar no 2. Dengan melapisi kertas menggunakan satu layer cat, maka saat kita memasukkan warna/bayangan hasilnya akan lebih lembut dan tentu lebih mudah. 

2. Layering itu penting. Kunci gradasi yang bagus itu kesabaran untuk melayering. Mungkin saat Anda menggunakan cat aklirik layering itu bisa saja dengan mudah dilakukan tanpa harus menunggu waktu yang lama agar cat sebelumnya kering dulu. Namun dengan cat seperti cat minyak, layering memang jauh lebih memakan waktu. Tips saya adalah untuk memaksimalkan sejauh mungkin setiap layer agar hasilnya lebih maksimal dan tidak harus mengulang-ulang ataupun me re-touch.

3. Gunakan warna putih untuk blending. Dengan begitu maka proses blending akan lebih lembut dan mudah. Dan bila warnanya agak melenceng, kita juga bisa langsung membenarkannya sekaligus blending. Sangat menghemat waktu, bukan?

4. Bayangan itu bukan warna hitam. Ya. Bayangan itu bukan warna hitam, mudahnya begitu. Meski poin ini lebih cocok bila dibahas pada materi gradasi untuk tone warna, tapi akan saya tegaskan sekali saja bahwa bayangan itu bukan warna hitam. Untuk lebih lengkapnya akan saya bahas minggu depan.


Sekian saja untuk minggu ini, silahkan kembali lagi minggu depan untuk lanjutan pembahasaannya.

Terimakasih!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Digital Painting

Achievement update

Digital Drawing